Game-game petualangan keren yang tokoh utamanya cewek

Halo sahabat, selamat berjumpa lagi dengan info baru, kali ini kita akan bahas info tentang game. Semua tahu kan yang namanya jagoan baik di film maupun game pasti kebanyakan didominasi oleh lelaki. Sosok pria yang kuat dan pemberani tentu sangat cocok sebagai jagoan. Sedangkan karakter wanita yang notabene lebih lemah sering hanya diposisikan sebagai karakter kedua, atau karakter yang menyusahkan karena sering diculik bahkan tewas.

Bahkan juga tidak jarang karakter wanita hanya dipergunakan sebagai komoditi dengan mempertontonkan lekuk tubuh demi menarik perhatian banyak gamer yang kebanyakan lelaki. Untunglah beberapa developer berusaha mengangkat para tokoh wanita sebagai karakter utama. Ternyata para wanita mampu berperan sebagai tokoh utama dengan sangat baik, bahkan mampu memberikan warna tersendiri pada sebuah game. Nah, kali ini kita akan merangkum beberapa game keren yang menempatkan wanita sebagai tokoh sentral. Langsung aja cekidott!!

  1. Beyond Good & Evil (2003)
    Developer/Publisher: Ubisoft Montpellier/Ubisoft
    Platform: PS2, Xbox, GameCube, PC

    Beyond Good & Evil (2003)

    Beyond Good & Evil merupakan game action adventure. Cerita bersetting tahun 2435 di sebuah planet bernama Hillys. Adalah sosok Jade, seorang wartawan yang berusaha menyelidiki adanya koalisi antara pasukan Alpha Section dengan ras alien bernama DomZ yang menyerang planet tersebut. Dalam beraksi, Jade dibantu AI bernama Pey’j, si manusia celeng. Pey’j sangat membantu Jade dalam melawan musuh maupun memecahkan puzzle. Tidak hanya melulu action, game ini juga banyak mengandung elemen stealth. Sangat direkomendasikan bagi penggemar game petualangan.

  2. Final Fantasy XIII (2009)
    Developer/Publisher: Square Enix
    Platform: PS3, Xbox 360, PC

    Final Fantasy XIII (2009)

    Seri Final Fantasy jelas tidak asing bagi penggemar JRPG. Selalu tampil luar biasa di tiap serinya, FF XIII mencoba tampil beda dengan gameplay yang lebih simpel. Memperkenalkan sang heroine super dingin bernama Claire Farron atau dikenal sebagai Lightning. Dia mempunyai misi menyelamatkan adiknya, Serah yang karena suatu sebab, berubah menjadi kristal. Sayangnya, meskipun didukung oleh graphic dan berbagai adegan sinematik yang keren, game ini banyak dikritik karena gameplay yang sangat linear. Hal tersebut berusaha ditebus oleh Square Enix dengan merilis dua sequelnya, Final Fantasy X-III (2011) dan Lightning Returns: Final Fantasy XIII (2014) dengan berbagai perbaikan gameplay.

  3. The Legend of Korra (2014)
    Developer/Publisher: Platinum Games/Activision
    Platform: PS3, PS4, Xbox 360, Xbox One, PC

    The Legend of Korra (2014)

    Membawa nama dari serial animasi populer berjudul sama, sayangnya game ini malah tampil kedodoran. Mengusung gameplay beat-em up, memang game ini berhasil menawarkan pertarungan yang seru antara Korra dengan para element bender lainnya. Tingkat kesulitan game ini juga tergolong tinggi. Tapi hal itu tidak didukung dengan graphic yang memadai, yang lebih mirip graphic PS2. Hal itu terlihat dari lingkungan Republic City yang hampa dan kosong. Berbagai objek juga miskin pencahayaan dan shading. Plot cerita game ini juga tidak jelas dan membingungkan. Sayang memang.

  4. Transistor (2014)
    Developer & Publisher: Supergiant Games
    Platform: PS4, PC

    Transistor (2014)

    Transistor adalah game isometric action-RPG yang mengambil setting di kota cyberpunk bernama Cloudbank. Kita berperan sebagai Red, seorang artis wanita yang bersenjatakan pedang besar bernama Transistor, yang berjuang menumpas teroris di Cloudbank. Sistem battle-nya terhitung unik, yaitu perpaduan antara real time dengan turn based, tetapi dengan pendekatan yang lebih modern. Graphic game ini juga sangat detail dengan warna-warni ala film animasi kartun. Apalagi semua itu diperkuat dengan alur cerita yang solid dan voice acting yang mumpuni. Benar-benar game RPG yang harus dimainkan.

  5. Blades of Time (2012)
    Developer/Publisher: Gaijin/Konami
    Platform: PS3, Xbox 360, PC

    Blades of Time (2012)

    Tokoh utama game ini adalah cewek berambut blonde, seksi, berwajah kebarat-baratan, dan berlogat Inggris yg kental. Siapa namanya? Clara? Stephanie? Caroline? Percaya atau tidak, nama cewek tersebut adalah Ayumi (?!). Meskipun secara penokohan sangat absurd, tapi game ini berhasil menyajikan aksi yang seru. Mengusung genre hack n slash, gerakan Ayumi sangat gesit dan lincah dengan combo yang mudah dikuasai. Yang unik, sesuai dg judulnya, Ayumi mampu memutar waktu. Seperti Prince of Persia dong? Yap, tetapi dengan eksekusi yang berbeda. Kerennya lagi, graphic game ini bener-bener maknyuss!!

  6. Remember Me (2013)
    Developer/Publisher: Dontnod Entertainment/Capcom
    Platform: PS3, Xbox 360, PC

    Remember Me (2013)

    Dari judulnya mungkin banyak yang mengira game ini adalah sejenis date sims, tapi kenyataannya game ini merupakan game action-adventure. Bersetting di dunia cyberpunk, tepatnya kota Neo-Paris tahun 2084. Kita berperan sebagai Nilin, seorang wanita yang hilang ingatan. Sepanjang game, kita akan menjelajahi Neo-Paris dan menghadapi berbagai musuh. Seperti game action, Nilin juga bisa melakukan berbagai serangan combo untuk menghajar musuh. Ada cukup banyak variasi combo dan yang menarik, kita bisa menciptakan berbagai gerakan kombo sendiri dan menyimpannya. Untuk urusan graphic, cuma sartu kata: keren!!

  7. Mirror’s Edge (2008)
    Developer/Publisher: EA DICE/Electronic Arts
    Platform: PS3, Xbox 360, PC

    Mirror's Edge (2008)

    Mungkin sudah banyak game yang menawarkan aksi parkour, tetapi mungkin tidak se-intens Mirror’s Edge. Kita berperan sebagai Faith Connors, seorang wanita yang berprofesi sebagai kurir yang disewa oleh sebuah kelompok militan. Tentu saja misi Faith tidak mudah. Sepanjang misi kita akan sering menghadapi kejaran polisi, dengan melompat dari satu gedung ke gedung lainnya menggunakan kemampuan parkour Faith yang luar biasa. Aksi parkour merupakan inti Mirror’s Edge, meski kadang ada aksi baku hantam. Tapi sensasi berlari dan melompat di antara gedung-gedung pencakar langit adalah nilai jual game ini. Versi reboot game ini yg berjudul Mirror’s Edge Catalyst dirilis tahun 2015.

  8. Assassin’s Creed III: Liberation (2012)
    Developer/Publisher: Ubisoft Sofia/Ubisoft
    Platform: PS Vita, PS3, Xbox 360, PC

    Assassin’s Creed III Liberation (2012) Aveline de Grandpré

    Sesuai dengan judulnya, game ini masih satu timeline dengan Assassin’s Creed III. Memperkenalkan assassin wanita pertama di seri ini, Aveline de Grandpré. Tapi jangan salah, meskipun wanita, Aveline mempunyai skill membunuh yang tidak kalah hebat. Sebagai wanita, Aveline dapat melakukan blend (berbaur) yang lebih baik dan mempergunakan kecantikannya untuk merayu musuh. Secara graphic dan basic-gameplay masih identik dengan game Assassin’s Creed sebelumnya, yaitu game open-world dengan pendekatan blend dan stealth untuk menyelesaikan misi. Tapi berperan sebagai asassin wanita, itu merupakan sensasi tersendiri.

  9. Alice: Madness Returns (2011)
    Developer/Publisher: Spicy Horse/Electronic Arts
    Platform: PS3, Xbox 360, PC

    Alice Madness Returns (2011)

    Game ini merupakan sequel dari game lawas, American McGee’s Alice (2000). Plot cerita masih berkutat pada sosok gadis “sakit jiwa” Alice Liddell, dan penggambaran Wonderland itu sendiri sebagai manifestasi kondisi kejiwaan Alice. Seperti pendahulunya, game ini mengusung genre hack n slash, dengan berbagai puzzle ringan. Jadi bisa dikatakan secara gameplay game ini terhitung standard platformer. Tetapi sebenarnya nilai jual game ini justru pada esensi penjelajahan Wonderland itu sendiri, yang di game ini tampil begitu gelap dan mengerikan dengan berbagai misteri didalamnya yang berhubungan dengan dunia nyata Alice. Selain itu kelamnya kehidupan nyata Alice justru menjadikannya lebih mirip seorang maniak bersenjata Vorpal Blade dibanding sosok sang penyelamat.

  10. Tomb Raider (2013)
    Developer/Publisher: Crystal Dynamics/Square Enix
    Platform: PS3, PS4 Xbox 360, Xbox One, PC

    Tomb Raider (2013)

    Tidak bisa dibantah kalau sosok Lara Croft adalah wanita petualang paling populer di jagat game. Di game ini diceritakan Lara memulai debutnya sebagai petualang di sebuah pulau penuh misteri bernama Yamatai. Tidak seperti game-game Tomb Raider lain, di game ini Lara digambarkan masih labil, penakut dan sangat menderita. Tapi hal itu justru membuat Lara di game ini jauh lebih manusiawi. Konsep semi open-world disematkan, sehingga Lara lebih bebas mengeksplorasi berbagai sudut Yamatai dan memberi banyak pilihan bagi Lara dalam menyelesaikan berbagai misi. Sequelnya berjudul Rise of the Tomb Rider dirilis tahun 2015.

Nah itu tadi beberapa game-game keren dimana wanita menjadi tokoh utama. Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa Resident Evil Revelations, Alien Isolation, Silent Hill 3 dll tidak dimasukkan. Itu karena ane berusaha mempersempit tema thread hanya game-game adventure non horror yang ane masukkan. Ntar ada info khusus game horror dengan tokoh wanita sendiri.
Terima kasih sudah berkunjung.
Jangan lupa komennya ya sahabat.

Add Comment

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...