Dianggap Monopoli Android, Rusia Tuntut Google Rp 89 Miliar

Hai sahabat Aditif,

Kali ini Lembaga Anti-monopoli Rusia menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar US$ 6,8 juta atau sekitar Rp 89 miliar kepada Google. Karena dianggap menyalahgunakan posisi dominannya di sistem operasi paling populer saat ini, yakni Android.

Dikutip dari Nytimes, permasalahan ini dimulai tahun lalu. Ketika Yandex, mesin pencari asal Rusia menuduh bahwa Google memaksa pembuat smartphone untuk melakukan bundle aplikasi buatan Google sendiri di smartphone Android. Menurut Yandex, aplikasi buatan mereka seharusnya juga bisa dimasukkan sebagai aplikasi pre-load atau bawaan dari pabrik, terkhusus untuk smartphone Android yang dipasarkan di Rusia.

Google pun dianggap bersalah dalam investigasi FAS selama 6 bulan terakhir. Google sempat mengajukan banding, namun permintaan tersebut ditolak. FAS juga meminta Google mengubah aturan dengan produsen perangkat, terutama soal kewajiban meng-install software Google karena dinilai membatasi aplikasi dan layanan sejenis dari pihak lain.

Denda sebesar Rp89 miliar, mungkin buat Google relatif kecil. Namun selain di Rusia, Google juga tersandung kasus serupa di Uni Eropa dengan ancaman denda US$ 74,5 miliar. Belum lagi, setumpuk tuduhan monopoli yang dihadapi Google di berbagai negara.

Google dituding merugikan konsumen dan kompetitor karena mewajibkan manufaktur smartphone meng-install produk Google sendiri. Padahal Android itu adalah platform yang terbuka dan gratis, manufaktur harusnya bebas melakukan apa saja dengan cara mereka sendiri. Jadi, apa pendapat sahabat tentang kasus Google ini?

Add Comment

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...